BILAMANA TERAKHIR KALI SITUASI MASIH SAMA SEPERTI DULU
Ya……semuanya sudah berubah.
Rasanya aneh memilik histori beberapa bulan terakhir saat kita masih bisa berperilaku seperti biasa layaknya seorang suami istri .. Kau dan aku yang tertawa lepas. Kau dan aku yang saling membantu. Kau dan aku yang masih ada dalam zona nyaman itu…….namun kini semuanya telah berubah karena km yang menemukan hal baru dan km menemukan orang baru…..
Namun aku msh merindukan masa-masa
itu.walaupun rasanya itu mustahil untuk terulang lg karena km sudah memilih dia
sebagai penggantiku untuk jd suamimu
Seperti melecut drastis dari ekspektasi……Ibarat dua orang yang tak lagi tahu satu sama lain. Bak orang asing. Terpojok lantaran keadaan….. Tidak,…….aku bukannya ingin memilikimu. Tapi hati ini tak pelak menuntut lebih dari segala hal manis yang pernah kita lewati…. Atau cukup kusebut manis untuk diriku sendiri? Karena abi tak tau apkah umi merasakan hal manisnya juga atau tidak.
Aku ingin hal itu terulang lagi…. wahai kamu. Aku ingin bisa menyawakan hari-hari manis itu kembali. Aku ingin kamu juga turut merasakan hal-hal manis tersebut. Aku berharap juga ada kembang api yang berpetasan dalam dadamu saat mengalami peristiwa sederhana itu. Tapi apa yang bisa kuperbuat?
Tak ada yang salah dalam kasih terhadap seseorang yang telah kau pilih…….. terpilih tanpa merasakan leburnya hati ini……terpilih tanpa merasakan hancurnya jiwa ini……bukan ingin dapat simpati dari mu…..bukan pula ingin di kasihani oleh mu….. aku berperilaku berbeda kepadamu karena kecintaanku terhadap yg hakiki…….Mungkin aku terlalu penasaran akan apa yang terjadi di hidupmu,,,, atau bagaimana kamu yang dulu…... Itu alami….Sesuatu tak sama yang pernah kulakukan terhadapmu…….semua membumbung atas dasar ikatan yang masih tak teridentifikasi bagiku……. Hanya kagum? Telah mencintai? Atau, terlampau menyayangi?
Ada waktu dimana aku sangat ingin menyembunyikan dalam-dalam kasih yang bermekaran sesak ini…….. Dan ada waktu pula dimana aku ingin kamu mengetahuinya.
Terlepas bahwa itu akan menurunkan harga diriku sebagai pria. Tapi, mau bagaimana lagi? Aku mencoba untuk tak memperdulikannya. Aku mencoba untuk mengabaikannya. Aku berusaha untuk memperbaikinya…… Namun semua berbuah tak berguna…… Bisakah kamu membantuku mengetahui apa nama rasa tatkala pilu mengunjungi kita di saat mengingat senyuman orang yang selama ini selalu menemani hidup kita?
Seperti melecut drastis dari ekspektasi……Ibarat dua orang yang tak lagi tahu satu sama lain. Bak orang asing. Terpojok lantaran keadaan….. Tidak,…….aku bukannya ingin memilikimu. Tapi hati ini tak pelak menuntut lebih dari segala hal manis yang pernah kita lewati…. Atau cukup kusebut manis untuk diriku sendiri? Karena abi tak tau apkah umi merasakan hal manisnya juga atau tidak.
Aku ingin hal itu terulang lagi…. wahai kamu. Aku ingin bisa menyawakan hari-hari manis itu kembali. Aku ingin kamu juga turut merasakan hal-hal manis tersebut. Aku berharap juga ada kembang api yang berpetasan dalam dadamu saat mengalami peristiwa sederhana itu. Tapi apa yang bisa kuperbuat?
Tak ada yang salah dalam kasih terhadap seseorang yang telah kau pilih…….. terpilih tanpa merasakan leburnya hati ini……terpilih tanpa merasakan hancurnya jiwa ini……bukan ingin dapat simpati dari mu…..bukan pula ingin di kasihani oleh mu….. aku berperilaku berbeda kepadamu karena kecintaanku terhadap yg hakiki…….Mungkin aku terlalu penasaran akan apa yang terjadi di hidupmu,,,, atau bagaimana kamu yang dulu…... Itu alami….Sesuatu tak sama yang pernah kulakukan terhadapmu…….semua membumbung atas dasar ikatan yang masih tak teridentifikasi bagiku……. Hanya kagum? Telah mencintai? Atau, terlampau menyayangi?
Ada waktu dimana aku sangat ingin menyembunyikan dalam-dalam kasih yang bermekaran sesak ini…….. Dan ada waktu pula dimana aku ingin kamu mengetahuinya.
Terlepas bahwa itu akan menurunkan harga diriku sebagai pria. Tapi, mau bagaimana lagi? Aku mencoba untuk tak memperdulikannya. Aku mencoba untuk mengabaikannya. Aku berusaha untuk memperbaikinya…… Namun semua berbuah tak berguna…… Bisakah kamu membantuku mengetahui apa nama rasa tatkala pilu mengunjungi kita di saat mengingat senyuman orang yang selama ini selalu menemani hidup kita?
Setidaknya, sekarang aku tahu apa yang
aku mau. Memikirkanmu hanya mampu buatku candu. Menggertakkan genggam yang
sebelumnya ku junjung tinggi
……meretakan kesetiaan yang selama
ini ku kupegang
teguh ......menghancurkan janji suci
yang kita ucap di depan wali dan para saksi......Tapi.... Kamu
akan selalu terpatri dalam hati……. sekarang aku tak bisa berbuat apa2……hanya
bisa menahan rasa sakit membayangkanmu……akan pergi ke pelaminan bersama peria
lain. haruskah aku
membiarkanmu pergi seperti yang lalu? Haruskah aku melupakan kamu? Haruskah aku
berhenti memikirkan kamu? Haruskah aku menghapus memoar-memoar indah itu?
Kamu tahu? Aku cemburu. Cemburu terhadap masa yang lalu. Saat kita masih bersama tanpa ragu.
Kamu tahu? Aku cemburu. Cemburu terhadap masa yang lalu. Saat kita masih bersama tanpa ragu.
Aku hanya bisa berdo’a semoga km
bahagia, dan semoga km tidak menyesal dengan jln yg telah km pilih.
Aku hanya bisa berdo’a semoga allah
menguatkan hatiku, dan meneguhkan keimananku,
Semoga rasa sakit yang kamu berikan ini
jadi penebus dosa dosaku kepada mu.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar